Santapan Rohani Renungan Harian Air Hidup Sabtu 30 April 2022

Header Menu

Santapan Rohani Renungan Harian Air Hidup Sabtu 30 April 2022

Jumat, 29 April 2022

Santapan Rohani Renungan Harian Air Hidup Sabtu 29 April 2022

Renungan Air Hidup 2022
Santapan Rohani Renungan Harian Air Hidup 2022


TELADAN DARI PAULUS



Baca: Kisah Para Rasul 20:17-38



Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalanku” -Kisah 20:34

Berbicara tentang pelayanan, figur Paulus sungguh layak kita kedepankan karena dia adalah pribadi yang patut menjadi teladan atau panutan bagi semua orang Kristen, terutama bagi para pelayan Tuhan.

Paulus telah menunjukkan integritasnya dalam hal melayani Tuhan; pelayanan Rasul Paulus sungguh luar biasa! Sejak pertobatannya dia selalu giat dalam pekerjaan Tuhan, bahkan seluruh hidupnya dipersembahkan melayani pekerjaan Tuhan.

Kemana pun dan di mana pun Tuhan mengutus, dia tidak pernah menolak atau keberatan betapa pun jauh jarak yang harus ia temput, padahal untuk melakukan pelayanan waktu itu belum ada sarana transportasi seperti sekarang, sehingga sebagin besar perjalanannya harus ditempuh berjalan kaki.

Paulus tidak pernah mengeluh, apalagi menyerah, seperti yang dia katakan, “Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami
karam kagpal, sehari semalam aku terkatung-katung di
tengah laut.”
 (2 Korintus 11:23-25).

Sungguh, tidak dapat kita bayangkan betapa berat perjuangan Paulus memberitakan Injil. Namun Rasul Paulus adalah pekerja keras; dengan tanggung jawab pelayanan yang begitu berat, ia masih bekerja mencukupi kebutuhan hidupnya, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kawan-kawan sekerjanya.

Dengan bekerja keras Paulus hendak memberikan teladan secara nyata kepada rekan sepelayannya agar hidup mereka tidak menjadi beban bagi orang lain, inilah katanya, “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab la sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.'”(Kisah 20:35).

Sunggh sangat berbeda dengan Orang Kristen di zaman sekarang; jangankan berkorban bagi Tuhan, dihimbau untuk terlibat dalam pelayanan di gereja saja banyak dalih disampaikan.

Ingat! Setiap jerih payah kita untuk pekerjaan Tuhan
tidak pernah sia-sia!